Bocoran Kebijakan Baru Kabid Olahraga Kuningan, Atlet Berprestasi Bakal Banjir Reward
KABAR KUNINGAN - Kabar gembira datang bagi dunia olahraga di Kabupaten Kuningan, khususnya di kalangan pelajar. Bidang Olahraga Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) tengah menyiapkan skema kebijakan revolusioner yang akan mengubah nasib para patriot olahraga di Kota Kuda. Hal itu akan menjadi sejarah baru. Kabid Olahraga Disporapar Kabupaten Kuningan yang baru dilantik, Siswoyo atau lebih populer dengan sapaan Boyo, membocorkan rencana besarnya untuk memberikan reward atau uang kadeudeuh bagi atlet pelajar yang berhasil mengukir prestasi. Kebijakan ini merupakan terobosan perdana yang belum pernah dilakukan oleh para pejabat di bidang olahraga sebelumnya di Kuningan. Selama ini, apresiasi berupa bonus finansial atau kadeudeuh seringkali hanya terfokus pada atlet senior atau ajang profesional di even Pekan Olaharga Provinsi (Porprov) dan Pekan Olahraga Nasional (PON) saja. Namun, di bawah nakhodanya, paradigma tersebut diubah. Atlet pelajar yang bertanding di level wilayah, provinsi, nasional hingga internasional kini masuk dalam pantauan prioritas untuk mendapatkan penghargaan serupa.
“Atlet adalah cerminan kemajuan suatu daerah. Prestasi mereka membawa nama baik Kuningan ke level yang lebih tinggi. Sudah sepatutnya pemerintah daerah (Pemda) melalui Disporapar hadir memberikan apresiasi yang nyata. Minimal diberikan reward,” ujar atlet binaraga yang pernah bertanding di kejuaraan tingkat Asia, Minggu, 11 Januari 2026. Menurut sosok birokrat eselon III yang dikenal dekat dengan akar rumput ini, pemberian bonus bukan masalah nominal, melainkan bentuk pengakuan atas kerja keras dan tetesan keringat para atlet. Kebijakan tersebut akan segera direalisasikan sebagai stimulus guna memacu semangat juang para atlet muda di seluruh cabang olahraga (Cabor). Keputusan untuk memperjuangkan hak-hak atlet tersebut sebenarnya didasari oleh pengalaman pahit di masa lalu. Ia menceritakan sebuah kisah yang memilukan sekaligus menjadi pelecut semangatnya dalam memimpin Bidang Olahraga Disporapar. Beberapa tahun lalu, menerima pengaduan dari seorang atlet yang sedang berjuang di kancah Provinsi Jawa Barat.
Di tengah persiapan yang penting, sepatu atlet tersebut rusak parah dan tidak layak pakai. Mirisnya, saat itu tidak ada bantuan fasilitas atau kompensasi dari daerah untuk mengganti sepatu tersebut padahal nilainya tidak seberapa dibanding beban nama daerah yang dipikul sang atlet. “Saya tidak ingin hal seperti itu terulang kembali. Saya tidak ingin lagi melihat ada atlet Kuningan yang pusing memikirkan sepatu, pusing memikirkan vitamin atau bahkan bingung soal makan dan penginapan saat akan bertanding. Hal-hal teknis tersebut adalah tanggung jawab kami sebagai pemangku kebijakan,” tuturnya. Biarkan atlet fokus pada latihan dan strategi di lapangan. Masalah gizi, vitamin hingga uang saku dan bonus harus sudah terjamin. Jika mentalitas mereka sudah tenang tanpa dibebani urusan biaya, ia yakin prestasi maksimal akan jauh lebih mudah diraih.
Terkait ketersediaan anggaran yang sering menjadi kendala klasik di birokrasi, Boyo menyatakan komitmennya untuk mencari solusi kreatif karena ada atau tidak ada anggaran yang tersedia saat ini, penghargaan untuk atlet tetap harus diperjuangkan. Kebijakan "Banjir Reward" ini diprediksi akan menciptakan efek domino yang positif bagi iklim olahraga di Kabupaten Kuningan. Di antaranya, mencegah migrasi atlet sehingga atlet potensial tidak akan lagi melirik daerah lain hanya karena tawaran bonus yang lebih besar, meningkatkan gengsi kompetisi lokal sebab kejuaraan tingkat pelajar akan semakin kompetitif dengan adanya jaminan apresiasi dari pemerintah. Tidak kalah pentingnya lagi adalah regenerasi atlet berkelanjutan. Anak-anak muda akan semakin tertarik terjun ke dunia olahraga akibat melihat tingginya perhatian pemerintah. "Intinya, hargai atlet sebelum mereka berjuang dan apresiasi juga setelah mereka menang," ucapnya.
Sumber Artikel berjudul " Bocoran Kebijakan Baru Kabid Olahraga Kuningan, Atlet Berprestasi Bakal Banjir Reward ", selengkapnya dengan link: https://kabarkuningan.pikiran-rakyat.com/kabar-kuningan/pr-4139923773/bocoran-kebijakan-baru-kabid-olahraga-kuningan-atlet-berprestasi-bakal-banjir-reward
Any Saptarini,SH.MSi
“Atlet adalah cerminan kemajuan suatu daerah. Prestasi mereka membawa nama baik Kuningan ke level yang lebih tinggi. Sudah sepatutnya pemerintah daerah (Pemda) melalui Disporapar hadir memberikan apresiasi yang nyata. Minimal diberikan reward,” ujar atlet binaraga yang pernah bertanding di kejuaraan tingkat Asia, Minggu, 11 Januari 2026. Menurut sosok birokrat eselon III yang dikenal dekat dengan akar rumput ini, pemberian bonus bukan masalah nominal, melainkan bentuk pengakuan atas kerja keras dan tetesan keringat para atlet. Kebijakan tersebut akan segera direalisasikan sebagai stimulus guna memacu semangat juang para atlet muda di seluruh cabang olahraga (Cabor). Keputusan untuk memperjuangkan hak-hak atlet tersebut sebenarnya didasari oleh pengalaman pahit di masa lalu. Ia menceritakan sebuah kisah yang memilukan sekaligus menjadi pelecut semangatnya dalam memimpin Bidang Olahraga Disporapar. Beberapa tahun lalu, menerima pengaduan dari seorang atlet yang sedang berjuang di kancah Provinsi Jawa Barat.
Di tengah persiapan yang penting, sepatu atlet tersebut rusak parah dan tidak layak pakai. Mirisnya, saat itu tidak ada bantuan fasilitas atau kompensasi dari daerah untuk mengganti sepatu tersebut padahal nilainya tidak seberapa dibanding beban nama daerah yang dipikul sang atlet. “Saya tidak ingin hal seperti itu terulang kembali. Saya tidak ingin lagi melihat ada atlet Kuningan yang pusing memikirkan sepatu, pusing memikirkan vitamin atau bahkan bingung soal makan dan penginapan saat akan bertanding. Hal-hal teknis tersebut adalah tanggung jawab kami sebagai pemangku kebijakan,” tuturnya. Biarkan atlet fokus pada latihan dan strategi di lapangan. Masalah gizi, vitamin hingga uang saku dan bonus harus sudah terjamin. Jika mentalitas mereka sudah tenang tanpa dibebani urusan biaya, ia yakin prestasi maksimal akan jauh lebih mudah diraih.
Terkait ketersediaan anggaran yang sering menjadi kendala klasik di birokrasi, Boyo menyatakan komitmennya untuk mencari solusi kreatif karena ada atau tidak ada anggaran yang tersedia saat ini, penghargaan untuk atlet tetap harus diperjuangkan. Kebijakan "Banjir Reward" ini diprediksi akan menciptakan efek domino yang positif bagi iklim olahraga di Kabupaten Kuningan. Di antaranya, mencegah migrasi atlet sehingga atlet potensial tidak akan lagi melirik daerah lain hanya karena tawaran bonus yang lebih besar, meningkatkan gengsi kompetisi lokal sebab kejuaraan tingkat pelajar akan semakin kompetitif dengan adanya jaminan apresiasi dari pemerintah. Tidak kalah pentingnya lagi adalah regenerasi atlet berkelanjutan. Anak-anak muda akan semakin tertarik terjun ke dunia olahraga akibat melihat tingginya perhatian pemerintah. "Intinya, hargai atlet sebelum mereka berjuang dan apresiasi juga setelah mereka menang," ucapnya.
Sumber Artikel berjudul " Bocoran Kebijakan Baru Kabid Olahraga Kuningan, Atlet Berprestasi Bakal Banjir Reward ", selengkapnya dengan link: https://kabarkuningan.pikiran-rakyat.com/kabar-kuningan/pr-4139923773/bocoran-kebijakan-baru-kabid-olahraga-kuningan-atlet-berprestasi-bakal-banjir-reward