DPRD Kuningan Tekankan RPJMD Tak Sekadar Dokumen, 10 Program Unggulan Harus Berdampak Nyata
KABARCIREBON - DPRD Kabupaten Kuningan menegaskan bahwa 10 program unggulan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tidak boleh berhenti sebatas perencanaan di atas kertas. Pemerintah Daerah (Pemda) diminta memastikan seluruh program tersebut benar-benar direalisasikan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Hal itu disampaikan pimpinan DPRD Kabupaten Kuningan, H. Ujang Kosasih, dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kuningan Tahun 2027, belum lama ini. Salah satu program strategis yang disorot adalah program unggulan “Someah Ka Semah”, yang diarahkan untuk membuka ruang investasi di daerah. Menurut Ujang, upaya menarik investasi tidak cukup hanya dengan jargon, melainkan harus disertai strategi promosi yang terencana dan didukung oleh intervensi anggaran yang memadai. “Program unggulan tersebut harus dibarengi dengan promosi investasi yang kuat dan terukur, sehingga iklim usaha di Kabupaten Kuningan semakin kompetitif,” ujarnya.
Selain mendorong realisasi program unggulan, DPRD juga mengingatkan Pemda agar tetap menjaga prinsip tata kelola keuangan yang akuntabel, efektif, dan berbasis skala prioritas strategis. Pengelolaan anggaran, kata Ujang, harus berorientasi pada dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di sektor perekonomian, DPRD memberikan dukungan terhadap kebijakan Pemda yang berfokus pada ketahanan pangan dan pertanian. Program diversifikasi pangan, penguatan ketahanan masyarakat, pengendalian kerawanan pangan, hingga penyediaan sarana dan prasarana pertanian termasuk penyuluhan, dinilai perlu terus diperkuat.
Tak kalah penting, DPRD juga meminta perhatian serius terhadap pengembangan koperasi, usaha kecil dan menengah (UKM), perdagangan, dan perindustrian. Bentuk dukungan tersebut diharapkan diwujudkan melalui pelatihan, penyediaan sarana prasarana, serta akses permodalan yang lebih luas.
Bidang kepemudaan, olahraga, dan pariwisata juga harus menjadi prioritas. Penguatan daya saing pemuda, kepramukaan, olahraga, hingga peningkatan daya tarik destinasi wisata akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya. Di sektor lain, DPRD menyoroti pentingnya peningkatan perhatian terhadap perikanan dan peternakan, termasuk pengendalian kesehatan hewan dan pengembangan sarana pendukung untuk penanggulangan kemiskinan. Sementara dalam bidang penataan ruang, DPRD mendorong percepatan pembahasan dan penetapan regulasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kuningan.
Ujang juga menekankan perlunya pendataan ulang perumahan bersubsidi yang telah melakukan serah terima fasilitas umum dan fasilitas sosial dari pengembang, serta kajian lingkungan khususnya di kawasan konservasi. Terkait Bendungan Kuningan, DPRD mendesak Pemda segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat menyusul belum optimalnya jaringan irigasi yang seharusnya memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
Pada sektor pendidikan, DPRD menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi agenda utama. Pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan dinilai krusial untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta mendukung penanganan stunting melalui penyediaan alat antropometri dan pemberian makanan tambahan berbasis lokal.
“RPJMD harus menjadi instrumen perubahan, bukan sekadar dokumen administratif. Inilah yang terus kami dorong agar pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Sumber Artikel berjudul " DPRD Kuningan Tekankan RPJMD Tak Sekadar Dokumen, 10 Program Unggulan Harus Berdampak Nyata ", selengkapnya dengan link: https://kabarcirebon.pikiran-rakyat.com/ciayumajakuning/pr-2939996862/dprd-kuningan-tekankan-rpjmd-tak-sekadar-dokumen-10-program-unggulan-harus-berdampak-nyata
Memet Tamimudin
Selain mendorong realisasi program unggulan, DPRD juga mengingatkan Pemda agar tetap menjaga prinsip tata kelola keuangan yang akuntabel, efektif, dan berbasis skala prioritas strategis. Pengelolaan anggaran, kata Ujang, harus berorientasi pada dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di sektor perekonomian, DPRD memberikan dukungan terhadap kebijakan Pemda yang berfokus pada ketahanan pangan dan pertanian. Program diversifikasi pangan, penguatan ketahanan masyarakat, pengendalian kerawanan pangan, hingga penyediaan sarana dan prasarana pertanian termasuk penyuluhan, dinilai perlu terus diperkuat.
Tak kalah penting, DPRD juga meminta perhatian serius terhadap pengembangan koperasi, usaha kecil dan menengah (UKM), perdagangan, dan perindustrian. Bentuk dukungan tersebut diharapkan diwujudkan melalui pelatihan, penyediaan sarana prasarana, serta akses permodalan yang lebih luas.
Bidang kepemudaan, olahraga, dan pariwisata juga harus menjadi prioritas. Penguatan daya saing pemuda, kepramukaan, olahraga, hingga peningkatan daya tarik destinasi wisata akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya. Di sektor lain, DPRD menyoroti pentingnya peningkatan perhatian terhadap perikanan dan peternakan, termasuk pengendalian kesehatan hewan dan pengembangan sarana pendukung untuk penanggulangan kemiskinan. Sementara dalam bidang penataan ruang, DPRD mendorong percepatan pembahasan dan penetapan regulasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kuningan.
Ujang juga menekankan perlunya pendataan ulang perumahan bersubsidi yang telah melakukan serah terima fasilitas umum dan fasilitas sosial dari pengembang, serta kajian lingkungan khususnya di kawasan konservasi. Terkait Bendungan Kuningan, DPRD mendesak Pemda segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat menyusul belum optimalnya jaringan irigasi yang seharusnya memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
Pada sektor pendidikan, DPRD menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi agenda utama. Pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan dinilai krusial untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta mendukung penanganan stunting melalui penyediaan alat antropometri dan pemberian makanan tambahan berbasis lokal.
“RPJMD harus menjadi instrumen perubahan, bukan sekadar dokumen administratif. Inilah yang terus kami dorong agar pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Sumber Artikel berjudul " DPRD Kuningan Tekankan RPJMD Tak Sekadar Dokumen, 10 Program Unggulan Harus Berdampak Nyata ", selengkapnya dengan link: https://kabarcirebon.pikiran-rakyat.com/ciayumajakuning/pr-2939996862/dprd-kuningan-tekankan-rpjmd-tak-sekadar-dokumen-10-program-unggulan-harus-berdampak-nyata